Musim Penghujan dan Dampaknya terhadap Kualitas Air Bersih di Perkotaan
Memasuki musim penghujan, berbagai perubahan terjadi di lingkungan sekitar, mulai dari suhu yang menurun hingga meningkatnya curah hujan secara drastis. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah dampak musim hujan terhadap kualitas air bersih, terutama di wilayah perkotaan. Meski air hujan pada dasarnya merupakan sumber air alami, namun di tengah kompleksitas lingkungan kota, hujan justru bisa membawa tantangan tersendiri bagi ketersediaan air bersih.
Di perkotaan, air hujan yang turun tidak serta-merta terserap langsung ke dalam tanah seperti di pedesaan. Permukaan yang tertutup beton dan aspal membuat air hujan mengalir di permukaan, membawa serta berbagai limbah dan kotoran dari jalanan, selokan, hingga kawasan industri. Aliran ini bisa mencemari sumber-sumber air baku seperti sungai dan danau yang digunakan sebagai pasokan air bersih oleh PDAM atau instalasi pengolahan air lainnya. Akibatnya, kualitas air baku menjadi menurun dan memerlukan proses penyaringan serta pemurnian yang lebih ketat dan mahal.
Tak hanya itu, sistem drainase di banyak kota besar Indonesia kerap kali belum mampu mengimbangi volume air hujan yang tinggi, yang menyebabkan banjir. Air banjir biasanya membawa lumpur, sampah, limbah rumah tangga, bahkan limbah industri yang berbahaya. Jika banjir ini masuk ke dalam sistem distribusi air bersih atau mencemari sumur-sumur warga, maka risiko penyakit akibat air yang tidak higienis seperti diare, leptospirosis, dan infeksi kulit akan meningkat secara signifikan.
Namun bukan berarti musim hujan hanya membawa dampak negatif terhadap air bersih. Dengan pengelolaan yang tepat, air hujan sebenarnya bisa menjadi sumber air alternatif yang melimpah. Konsep panen air hujan atau rainwater harvesting mulai banyak dilirik di berbagai kota besar sebagai solusi jangka panjang. Sistem ini memungkinkan masyarakat mengumpulkan dan menyimpan air hujan untuk kebutuhan non-konsumsi seperti menyiram tanaman, mencuci kendaraan, atau bahkan diolah lebih lanjut menjadi air minum.
Kesimpulannya, musim penghujan memang memberikan pengaruh besar terhadap kualitas air bersih di perkotaan. Tanpa pengelolaan yang baik, hujan bisa memperburuk kondisi air yang tersedia. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangat penting untuk meningkatkan sistem drainase, pengolahan limbah, serta edukasi tentang pemanfaatan air hujan secara bijak. Dengan langkah-langkah tersebut, musim hujan justru bisa menjadi berkah, bukan ancaman, bagi kualitas air bersih kota.
Kirim Pesan
Mereka butuh uluran tangan kita. Karena sedikit bantuan dari #parapenderma adalah harapan besar bagi mereka