Air Tak Selalu Mengalir: Saat Jerigen Jadi Teman Sehari-hari

Tahukah kamu, menurut WHO dan Kementerian Kesehatan, setiap orang idealnya membutuhkan setidaknya 50-60 liter air bersih per hari untuk mandi, minum, masak, dan mencuci. Tapi sayangnya, angka itu masih jauh dari kenyataan bagi sebagian warga di pelosok Indonesia. Masih banyak dari mereka yang sulit menemukan air bersih, bahkan beberapa dari mereka harus berjalan jauh hanya untuk mendapatkan air bersih.
Bayangkan pagi-pagi buta, seorang ibu berjalan lebih dari 2 kilometer menenteng jerigen kosong, melewati jalan berliku dan berbatu. Tujuannya hanya satu, mengisi air dari sungai yang warnanya tak lagi jernih. Di desa Batugara, pemandangan seperti ini bukan hal yang luar biasa. Anak-anak pun terbiasa tumbuh dengan rutinitas menimba air dari sumur dangkal atau menunggu giliran di sumber air yang dipakai bersama.

Batugara, sebuah wilayah yang cukup terpencil, hingga hari ini masih berjuang mendapatkan akses air bersih. Letaknya yang jauh dari pusat kota membuat pembangunan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri. Tak hanya itu, saat kemarau panjang datang, krisis air semakin parah. Sungai mengering, sumur tak lagi mengalir, dan satu-satunya pilihan adalah menunggu bantuan atau membeli air dengan harga tak murah.
Dampaknya? Warga harus rela menghabiskan waktu produktif hanya untuk mencari air. Anak-anak sering telat sekolah, orang dewasa kehilangan jam kerja, dan kondisi kesehatan makin rentan akibat konsumsi air yang tidak layak. Kualitas hidup menurun, tapi tak ada banyak yang bisa dilakukan… kecuali berharap. Namun kadang, harapan mereka hanya sekedar angan-angan, bantuan tak kunjung datang. Lalu, sampai kapan mereka harus berharap?

Air bersih bukan kemewahan, tapi hak dasar manusia. Sayangnya, tak semua orang bisa merasakannya hari ini.
Maka, pertanyaan pentingnya adalah
“Kalau kamu hari ini tinggal buka kran untuk dapat air bersih, berapa banyak orang lain yang tak seberuntung itu?”
Jangan tutup mata, jangan pura-pura tidak melihat penderitaan mereka.
Bagikan cerita ini, sebarkan kepedulianmu, atau bahkan jadi bagian dari solusi. Karena perubahan besar, seringkali dimulai dari kepedulian kecil.

Kirim Pesan
Mereka butuh uluran tangan kita. Karena sedikit bantuan dari #parapenderma adalah harapan besar bagi mereka